tiny stuff

all this little things
Posts I Like
Who I Follow

kisahdarisyurga:

Abah selalu pesan,

Jangan pernah bebankan manusia dengan masalah kita.

Seberat mana kita rasa terbeban dengan dunia,
Serendah mana kita ditolak jatuh olehnya,

Seluka mana kita dikhianati manusia.

Abah kata, jangan pernah kita mengharap manusia untuk dengar kita.

Paling tidak,mereka cuma mampu kata “sabar,ini ujian untukmu”

Sedang mereka tidak tahu apa yang ada dalam kasut kita.

Saiz saja sudah tidak sama.

..

Lalu abah kata,

Setiap detik yang kita rasa hilang,
Rasa seperti seolah jiwa terbang,

Ingati tuhan.

Kerna,cuma yang mengingati tuhan akan dibalas dengan sayang.

Cuma yang mengerti nilai menjadi hamba,
Akan mengerti kemana harus dia pergi seandai dihimpit dunia.

Ingat,manusia tak selalu ada untuk kita.
Hatta orang yang paling kita sayang dan kita cinta.

Tapi tuhan,
Sempurna sifatNya pada setianya Dia.

Luahkan pada Allah,
Luahkan pada Allah,

Dan tetap meluah pada Allah.

Iya memang,Dia Maha Mendengar.
Tak perlu luah pun takpe.

Tapi bukankah kurangnya sifat hamba itu pada kebergantungannya?

Jangan ego didepan tuhan.

Jangan merampas sifat yang cuma layak bagi Dia.

..

Moga kita,tuhan jagai hati hatinya.

:)

(via wnizzati)

productivemuslim:

'Aishah (May Allah be pleased with her) reported: “When the last ten nights (of Ramadan) would begin, the Messenger of Allah (peace be upon him) would keep awake at night (for prayer and devotion), awaken his family and prepare himself to be more diligent in worship.” [Al-Bukhari and Muslim]

Click to read the article ‘Laylatul Qadr – Worship Plan to Maximise the Last 10 Nights of Ramadan!’: http://proms.ly/1zInXOf

muslimagnet:

Ramadhan mengajarkan kesederhanaan, bukan pemborosan

- ramadhan day #19 -

——————————————————————————————————-

musliMagnet tumblr | @musliMagnet Facebook

(via muslimagnet)

estiiis:

Sukses ya kaliaaaan! Ich liebe euch so sehr! Vergiss bitte nicht unsere Elf xD. Poho Deui Olohok Deui

toi toi toi! 

ah inimah nilainya penuh dengan kebohongan dan kasih sayang.

dulu, aku pernah lebih dari dua kali mengutuk nilai rapor sendiri. karena apa yang aku dapat, tidak sesuai dengan apa yang aku usahakan. lebih bagus nilainya dari pada usahanya. dan aku benci itu.

hah benci? yakin tuh?

errgh… baiklah, lebih tepatnya menyesal lalu memutuskan untuk membencinya.

muka bagai si tampal dengan kulit babi. sudah tahu pernah mengutuk nilai rapor, masih saja digunakan untuk jalur pmdk pts. gatau malu kamu ca, emang.

tapi tenang saja, sudah terbalaskan kok. mungkin ini karma.

hasilnya, aku gak lolos seleksi pmdk pts dua kali berturut-turut.

sedih sih sebenernya, disaat orang-orang dengan mudahnya mendapatkan ptn. aku disini pts pun susah. mulai dari situ muncullah konflik antara aku dan keluarga, antara aku dan diriku sendiri, antara aku dan batinku. konflik ini terus berlanjut sampai ke titik putus asa.

rasanya ingin ditelan bumi saja, merasa tak pantas hidup di dunia. ish, gaboleh gitu!

ketika putus asa melahirkan stress dan kelalaian dalam beribadah, Allah sengaja membukakan satu ayat diantara ribuan yang berbunyi :

"dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterimakasih." QS. Hud : 9

Astaghfirullohal’adziim…

menangislah mata ini sejadi-jadinya. aku gamau jadi orang yang putus asa, yang tidak mendapatkan jatah rahmatNya…

akhirnya tobat deh, cie hahah Alhamdulillah masih disadarin. seneng banget!

dan sebagai pelipur lara, secara tidak sengaja diperdengarkanlah aku dengan lagu pompeii

But if you close your eyes
Does it almost feel like
Nothing changed at all
?
And if you close your eyes, 
Does it almost feel like
You’ve been here before?
How am I gonna be an optimist about this
?

maka dalam sekejap, terbukalah hati dan pikiran ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Insya Allah ya, aamiin

ya……. begitulah, kurang lebih. kejadian itu meregenerasi pendewasaan-pendewasaan baru. jadi lebih berfikir dan punya semangat membara. aih.

inget nih!

Sebelum ajal berpantang mati : kita tidak boleh mudah berputus asa

karena Imam Syafi’i berkata :

"Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. jika engkau tidak tahan lelahnya belajar, engkau akan menanggung perihnya kebodohan."

Naudzubillah…

jauh lebih rumit dibandingkan akar tunggang, kan?

sama halnya dengan pemikiran wanita.

dalam waktu yang bersamaan, wanita bisa memikirkan satu bahkan lebih suatu kejadian atau kemungkinan.

Read More

nationalaquarium:

Turtle Tuesday: Did you know? Six out of the world’s seven sea turtle species are classified as vulnerable, endangered or critically endangered.

Check out National Geographic's interview with our Manager of Animal Rescue, Jenn Dittmar, on the important role rehabilitation programs play in the preservation of sea turtle species. 

sekeras apapun menolak bekerja dengan Papap, sekeras itu pula Papap menghalangi kuliah di jurusan yang tidak sejalan dengan kepentingannya :))

baiklah, akan kuturuti. Ini bukan menyerah, tapi berbakti.

kita lihat 3,5 tahun lagi, ya?

hirzisaal:

zainatun:

hahaha gapapa kok, gpp. (Photo taken and uploaded via MOLOME )

aaah semangaaat yaaah :’) teteep ditunggu di unpad koo hehe

teh Salma! aaaak terimakasih banyak :3

kuntawiaji:

Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna. Penyesalan selalu datang belakangan, kalau di depan namanya pendaftaran. Penyesalan terjadi ketika kita menganggap bahwa diri kita mengalami kerugian. Ketika kita mau ujian dan tidak belajar, kemudian ujian kita gagal, kita menyesal. Ketika…

mandalawangi:

jangan berhenti menuntut ilmu,walaupun ilmu itu tidak bersalah

tastefullyoffensive:

Clever Pun Illustrations by Nabhan Abdullatif [via]

Previously: Punny Illustrations by RandyOtter

Press it to feel what words are saying! :) (Photo taken and uploaded via MOLOME )

aku sudah tangkap satu, kamu? :) (Photo taken and uploaded via MOLOME )